Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

10 Mar 2014

Surat Untuk Bidadari Langit

Pukul satu tiga puluh.

Akhirnya aku hanya bisa duduk disini dan mencoba menuliskan segala yang berkecamuk dikepala. Kusambut hari ini dengan setengah hati bersorak syukur setengahnya lagi malah sibuk mengutuk sang waktu. Hari ini usiamu genap 54 tahun, ibu. Ingin sekali kuhadiahkan kau sepotong kue, atau apapun yang membuatmu bahagia. Tapi aku tahu kau tidak akan menyukainya,kau selalu berusaha menghindari budaya seperti itu perbuatan yang sia-sia katamu.

Semua hanya bisa kutumpahkan lewat tulisan ini, karena sungguh tidak tahu bagaimana untuk menguturakan segala sesuatunya secara langsung. Hei ini salahmu sendiri ibu. Siapa pula yang selalu menginspirasiku untuk menulis?. Diam-diam sejak dulu aku selalu mengamatimu melakukan hal yang serupa, ketika kau marah dengan seseorang dan ingin menyampaikan sesuatu yang serius kau selalu menulis dan menyuruhku mengantarkan surat itu. Awalnya bingung sangat bingung dengan tingkahmu itu, tapi kau pernah berbilang padaku bahwa hanya dengan menulis pikiran dan hatimu dapat berjalan bersesuaian dengan baik. Terkadang ketika kau berucap tidak semua tersampaikan dengan baik, bisa saja karena kau tidak tahu cara menyampaikannya ataupun sering kali yang tersampaikan adalah bukan hal yang dimaksudkan. Sekarang kebingunganku itu terjawab ibu, seringkali aku melakukan metode yang kau ajarkan.

 Kali ini giliranku untuk menuliskan surat ini, tidak ibu aku tidak sedang marah tapi aku memang ingin menyampaikan hal yang serius. Bahwa aku ingin berterima kasih pada-Nya karena telah menjadikanmu sebab dari kelahiranku, menjadikanmu sebab untuk menjadi pendidikku, dan menjadikanmu sebab untuk segala pencapaian asaku. Kau masih diberi umur, masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berada dikeluarga ini itu karena memang kaulah jagoan kami.

 Masih banyak yang harus kau ajarkan pada kami, beritahu kami bagaimana bisa memiliki hati seluas dan sesabar dirimu. Tidakkah kau sering melihatku larut dalam ketidaksabaran? Larut dalam kemalasan? Larut dalam kebodohan? . Oleh karena itu kaupun harus memberitahu pada-Nya untuk memberimu umur yang panjang, biarkan kami terus banyak belajar darimu wahai bidadari langit.

mom,I love you!!
 -Maret 10, Happy birthday, mom




8 Feb 2014

Menyapa Tuan Bulan




Halo tuan bulan apa kabar? Akhir-akhir ini aku jarang memperhatikanmu dan berbincang padamu lagi seraya tangisan yang kukenal dengan sebutan hujan itu sedang rajin-rajinnya tumpah. Bukan tuan bulan, aku tidak ingin berbicara tentang hujan. Aku hanya ingin bermonolog padamu saja, menyampaikan padamu bahwa malam ini aku menatapmu dengan dengan dada yang penuh gemuruh. Tak tahu apa yang menyerangku, yang pasti dadaku rasanya penuh.

Tuan bulan apakah di atas sana pandanganmu lebih luas dariku? Ah, buat apa aku menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya. Aku sesungguhnya hanya ingin tahu, apakah kau melihatnya saat ini? Apa yang sedang dilakukannya? Apakah dia juga sedang menatapmu, berbicara padamu tentang aku, seperti aku berbicara tentang dia? Ataukah dia sedang bersibuk diri dengan dunia nya sendiri yang selama ini dia bangun dengan susah payah, pun boleh jadi dia sedang sibuk dengan banyak persediaan bintang yang dia punya layaknya kau tuan bulan.

Betapa walaupun begitu besar keingintahuanku tentang dia. Aku bersyukur karena tak memiliki pandangan luas sepertimu. Ketakutanku jauh lebih besar dan lebih memilih asumsi kosong untuk membuat duniaku tetap tenang.  Apapun itu semoga dia baik-baik saja dan senantiasa berbahagia menjalani harinya. Itu sudah cukup.

Aku bisa apa, sering aku merasa lelah tapi tetap saja selalu bisa kunikmati lelahku. Bukan salah dia.  Bukan juga aku tak ingin bertanya, beberapa kali kucoba untuk memanggil namanya, mencoba bertanya. Tapi saat kemudian wajah kita berhadapan, aku lalu terdiam, membeku sekaligus mencair. Maka kemudian hanya diam yang tersisa yah hanya diam.

Entahlah tuan bulan hanya dengan berbicara padamu akan membantu meringankan berat itu. Rasanya sudah terlalu banyak merepotkanmu. Berjanjilah untuk tidak menceritakan pada siapapun terutama pada dia. Maka tuan bulan, aku hanya ingin kau menjaganya dengan pelukanmu. Mintalah pada bintangmu untuk menunjukkannya jalan yang benar yang terbaik untuk menjalani harinya.

Ah ya, hampir lupa , terima kasih tuan bulan
Selamat malam…




29 Des 2013

What colour you are?


Bagi saya setiap orang mempunyai warnya nya masing-masing, tiap-tiap mereka akan benderang seiring jalannya hari. Tidak dapat dipungkiri dalam hidup kita memang memerlukan banyak warna agar mata ini akan selalu mencoba memandang dan memaknai.

Bahwa kau akan membutuhkan dia yang berwarna hijau ketika menginginkan ketenangan dan ingin melepas semua yang menekanmu.  Disaat yang lain kau akan membutuhkan sang merah ketika mendapati dirimu kehabisan alasan untuk melanjutkan tujuannmu untuk melanjutkan perjuangan agar kembali berani dan bersemangat untuk melangkah. Bahkan kau juga dapat belajar pada si abu-abu bahwa yang seperti dia juga ada, tidak gelap, tidak terang. Membingungkan. Perlu pendirian.

Namun ada saat nya dalam perjalananmu yang dipenuhi banyak warna itu, kau akan berhenti sejenak berbelok ataupun mencari arah menjauh dari keriuhan warna untuk kembali mencari sunyi membutuhkan hitam ataupun putih. Karena pada saat itu kau dapat berdamai dengan dirimu sendiri mencoba mengenali, memaknai,dan memberikan warna terbaik untuk diri sendiri.


Karena hidup adalah WARNA, dan kau adalah PELUKIS nya .....

4 Sep 2013

Meracau





Halo apakah malam ini kamu sedang sendirian? Kalau iya, berarti jawaban kita sama. Karena pun saat ini aku sedang sendirian menikmati indahnya malam lengkap dengan segala hiasan indahnya. Di sana masih ada bulan dan ratusan bahkan jutaan boleh jadi lebih dari milyaran bintang yang menemaninya, ah asik sekali kau bulan tak pernah merasakan sendiri.

Jangan tanya bagaimana menghabiskan malam dingin sendirian dengan memandangi langit yang pesonanya terlalu indah untuk dinikmati sendirian. Mati-matian ingin kuhadirkan kau disini menikmati keindahan ini bersama-sama, tapi ku tahu itu mustahil sungguh tidak mungkin. Bahwa untuk mengingatku pun kau mungkin sudah lupa atau mungkin tak ingin lagi.

Namun biarlah setidaknya aku masih bisa melihat bulan dan beribu bintang yang menyertainya sekaligus bercemburu kepada mereka. Yah ini memang aneh.  Betapa beruntungnya kau bulan dia bahkan mereka selalu ada menemani kau sendirian. Mungkinkah kau selalu menceritakan semuanya pada dia? Menumpahkan kesedihan yang seharusnya tumpah, menggantikan air matamu yang tiba-tiba urung hadir menjadi canda tawa. Hingga tak jadi kau bersedih kemudian sadar bahwa kau baik-baik saja masalahmu bahkan tak mampu mengalahkanmu.

Kalau sudah begini ingin sekali aku meminjam bintangmu wahai bulan, tapi aku tahu itu tidak boleh kau pasti tak mengijinkanku, bukan?. Karena aku paham tak satu pun seseorang ingin bintangnya diambil, hilang, ataupun hanya redup sedikit. Kecuali jika ia yang ingin berpindah pada satelit yang lainnya kau pun tidak boleh menahannya.

Entahlah aku tak mau memikirkanmu lagi bulan. Aku hanya ingin menikmati malam ini meresapi hingga sampai ke hatiku yang paling dalam hingga letih dan akhirnya menemukan jawaban untuk tidak bercemburu lagi padamu. Aku pun ingin bahagia meskipun dengan bintang yang tidak ingin lagi mengenal satelitnya.

25 Agu 2013

Ini Sudah Semester 5?

"Libur ingin kuliah, tiba saat nya kuliah ingin libur lagi"

Pernah kalian dengar kutipan itu? saya sendiri sudah bosan mendengarnya. Apakah kutipan itu berlaku pada kalian? saya pun tidak setuju untuk kondisi sekarang. Setelah 3 bulan lamanya berlibur akhirnya bosan juga, karena diiringi dengan aktifitas yang itu-itu saja. Pokoknya memang hanya ingin kuliah tidak ingin ditambahkan libur (yang mau nambah jga siapa... -__-)

Ceritanya besok aktifitas perkuliahan sudah berjalan lagi, ihiy. Dengan berarti saya sudah siap memasuki babak baru lagi: Semester 5. Rasa-rasanya angka 5 ini terasa demikian menyeramkan, sungguh waktu tidak terasa hingga bisa menemui angka 5 ini. Mungkin begitu pun dengan angka 6...,7..., dan selanjutnya yang menandakan kelak tidak ada kuliah lagi, tidak ada suasana dalam kelas bersama teman lagi, tidak akan disibukkan oleh tugas lagi.

Yah walaupun itu sekedar nanti!

 Dan untuk sekarang:


Jangan pernah bosan membaca dan belajar

Kegiatan melamun seperti ini harus dikurangi -__-

Mencoba bahagia apapun bentuk masalah di depan nanti

Bahwa tiap hari baru adalah kesempatan untuk memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki :)






Masih saja

Ceritanya aku ingin menulis tentang kamu. Ingin kamu tahu perasaan yang aku rasa. Namun apa daya sangat sulit kuungkapkan langsung padamu. Jadi biarlah tulisanku yang bercerita.

Akan kumulai sekarang!

Kurangkaikan kau mulai dari huruf ke huruf kemudian menjadi kata. Kata ini memiliki suatu arti. Selanjutnya kususunkan kembali kau kata demi kata menjadi kalimat. Kalimat yang memiliki makna.

Jadilah kalimat ini kutambahkan lagi dan lagi hingga membentuk suatu paragraf. Nampaknya tak cukup jika hanya sebuah, aku memerlukan lebih dari satu paragraf untuk menceritakannya padamu. Baiklah akan terus kucoba.

Tapi kenapa justru huruf yang menjadi kata yang membentuk kalimat dan tersusun menjadi paragraf ini tidak sama sekali bercerita?. Cerita yang ingin membuat kamu mengerti. Kumpulan paragraf ini gagal mewakili apa yang kurasakan.

Ah, aku masih saja. Tetap bodoh! tetap tidak bisa!

Sulit sekali mengatakan betapa aku menyayangimu, betapa aku merindukanmu!

Hei apakah aku baru saja mengatakannya?





12 Agu 2013

Curahan Untuk Laut

Aku selalu kagum, kepada ombak yang menari saling berkejar tiada lelah. Deburanmu terdengar merdu namun ternyata menambah sendu. Bergulung-gulung datang menyapaku seolah membawa pesan rindu yang kemudian memecah berkeping bertemu karang pantai.

Kepada laut yang biru, dihadapanmu aku selalu terpana. Memandang kagum pada hamparan birumu. Namun kau membuatku begitu penasaran, dengan segala keindahan yang kau kandung. Selalu saja penuh rahasia, membuatku makin jatuh hati.

Kepada laut yang biru, kembali kau menyelendup diam-diam ingatan tentang kita.  Tentang  jiwa-jiwa yang menari, berpijak dari satu titik ke titik lain. Menebar tawa, meluruhkan air mata, melahirkan banyak peristiwa.

Pada saat matahari menenggelamkan diri pada pedalamanmu, malam pun menyamarkan birumu. Tapi tenanglah, karena di kala birumu berubah menjadi menjadi kelabu pun aku masih tetap mencintaimu. Tetap ditempatku menyambut datangnya rembulan.

Maka bersenandunglah wahai rembulan,

Temani aku menghabiskan peliknya merindu. Sambil menunggu kelabu itu berubah menjadi biru kembali. Hingga matahari kembali dari persembunyiannya.


Karena aku terlanjur mencintaimu, biru.

19 Jul 2013

Mahasiswi yang sedang melawan gusar

Kalender di atas rak buku berwarna cokelat tepat disamping pintu kamarku hari ini banyak mendapat perhatian dariku. Seharian mondar-mandir masuk dan keluar kamar langkahku selalu terhenti memicingkan mata dan menatap lamat-lamat kalender itu, bukan karena kalender itu bergambar lelaki berbadan besar nan berisi layaknya pemain sumo dan ada tulisan "Antenna TV Spesialist" yang cukup absurd untuk dipajang-pajang ini, namun masa bodohlah pikirku yang penting dia masih bermuatan angka-angka nama hari dan bulan. Saya hanya memerlukan itu agar sadar bahwa hari ini adalah tanggal 19 Juli yang jatuh pada hari jumat, mengapa waktu seminggu kini begitu cepat terasa? hari-hari kemarin berlalu begitu cepat? seminggu sudah ternyata hatiku sesak dipenuhi ketidakpastian oleh bapak dosen.

12 Juli 2013


Pagi-pagi kugenggam erat handphone biru mungil ini, kucari menu kontak dan hendak menemukan nama itu "Pak Paulus" beliau adalah salah seorang dosen mata kuliah statistika ekonomi lanjutan yang pada semester ini hanya masuk kelas sejumlah 3 kali, dan 3 kali itu saya juga tak pernah hadir, singkatnya kami tidak bertemu dalam kelas. Tapi beruntungnya untuk tugas mid semester kami hanya disuruh untuk take home jadilah saya mempunyai kesempatan untuk mengerjakannya. 

dan tuuut....kuberanikan dari untuk menghubunginya, kemudian gugup kutekan tombol merah pada handphone.

tuuuut........ aiihh apa yang hendak kukatakan?? kemarin saja berbela diri untuk kerumahnya namun beliau begitu teganya tak keluar bahan untuk menengok pun tidak. Kutekan kembali tombol merah.

tuuuut......namun ini tak adil saya punya hak untuk memperbaikinya, jangan kau pencet tombol merah itu lagi, jihan!

dan

Haloo selamat siang....

i...iya selamat siang pak...sa..saya Jihan Khadijah pak!! (lah ini yang nanya nama siapa?? -__-")

oh iya jihan siapa? ada apa ya?

sa..saya...murid bapak dikelas statistika pak, saya ingin bertanya mengapa nilai saya kemarin dapat D pak? kata pak Agung saya tidak mengumpulkan tugas mid kemarin tapi saya yakin dan bisa membuktikan pak, bahwa saya kumpul tugas!

oh saya sedang diluar kota dek, nanti saja kalau saya sudah balik coba saya bicarakan dengan pak Agung. Entahlah itu bisa berubah apa tidak, mungkin kertas kamu itu keteteran.

wah iya pak terima kasih kebijakannya

dan tut..tut...tut kiranya bapak yang telah menekan tombol merahnya terdahulu -___-"

setidaknya hari itu hati ini sudah sedikit tenang penuh berpengharapan semoga nilai tidak adil itu bisa berubah.


19 Juli 2013

Sudah seminggu bapak ini sama sekali tak berkabar dan nilai pun belum ada tanda-tanda terganti. Berkali-kali kucoba untuk mengirimkan pesan singkat hanya sekedar mengingatkan dan bertanya. Ke rumahnya? hanya tak ingin disambut dengan gaungan anjing-anjingnya dan ketidakacuannya lagi. Menelpon lagi? 

tuuut.....tuuut....hingga sekian kali tuuut.......beliau tidak mengangkatnya. 

tuuut.......mungkin bapak sedang sibuk, kutekan tombol merah.

tuuut........harus kucoba terus, mau mati penasaran kau jihan??. Tapi..tapi...tombol merah kembali berfungsi.

dan engganlah kulanjutkan aksi ini, letihku berkelahi dengan diriku sendiri.

Aku menunduk, dada berkecamuk. Tak pernah segusar ini perihal nilai. Mengapa tidak? duo dosen pada semester kemarin ini sungguh mengerikan jika berada dalam kelas. Bukan karena suara dan tingkahnya namun pada metode belajar yang sedikitpun tidak tersampaikan kepada kami, sedikitpun. Bahkan ketika final kami sekelas dengan khidmatnya hanya menulis kembali soal yang tertera dan ada pula yang sempat menulis curahan hati mereka pada lembar jawaban final yang sangat unik menurutku. Adapun saat nilai keluar jawaban kacau itu akhirnya bernilai A yah tentulah teman-teman cukup terbayar dengan nilai yang baik tanpa ada secuil pun pengetahuan untuk kami dari duo dosen tersebut. Namun bagaimana denganku? hanya karena secuil kertas entah berada dimana toh bukan saya yang menghilangkannya. Mungkin jika mereka berhasil sedikitpun mentransferkan ilmu mereka dengan baik saya bisa sedikit menerimanya, bisa berlaku sabar dan tidak menuntut persamaan nasib dengan teman-teman yang lain kan? kan begitu?. 

Baiknya memang harus berlaku sabar, baiknya tidak memikirkan lagi, baiknya ....



10 Jul 2013

Here comes holy month.......

Alhamdulillah masih diberi kesehatan, kesempatan, dan kelapangan untuk mengecup berkah didalamnya. Ramadhan dengan segenap khasnya yang selalu membuat rindu. Selama 1 bulan tiba-tiba engkau akan disuguhkan dengan suasana hangat oleh sekelilingmu. Moment berbuka dan sahur bersama keluarga adalah yang paling manis, ajakan buka puasa dari teman SD hingga kuliah juga bertebaran tiap harinya menjadi ajang menjalin silaturahim dan kangen-kangenan secara tidak langsung. Saya juga menyukai pribadi-pribadi dibulan ini semua tiba-tiba menjadi kalem jarang marah wajah mereka berubah sedemikian teduhnya.

Well, semua itu hanya efek tidak langsung yang dapat kita rasakan. Ramadhan begitu suci dan mempunyai esensi yang sangat besar bagi kita yang betul-betul memanfaatkannya. Masih melekat dalam pikiranku nasihat seorang wanita surga beberapa hari yang lalu:

"Untuk beribadah sebaik mungkin hanya memerlukan sikap tawadhu, adalah orang-orang yang mampu melihat dan membaca dengan baik kekurangan dan kelemahan dirinya pada Allah"

dan setelah mendengar itu sampai sekarang saya sama sekali tidak mengerti apa maksud perkatannya -__-". Lalu bagaimana menjalankannya?

entahlah... sejauh ini saya hanya mempunyai beberapa target yang harus dicapai menjadi indikator keberhasilan untuk melewati ramadhan tahun ini:

1. Perbanyak membaca terutama buku-buku agama.
2. Mentadabburi Al-Qur'an tidak hanya sekedar membaca.
3. Khatam minimal 3kali.
4. Mempermantap khafalan surah-surah pendek.

Mungkin dengan cara-cara ini proses PDKT terhadap-Nya bisa terjalin dengan baik. Hanya tidak ingin melewatkan kesempatan emas di depan mata, karena setiap perbuatan baik kita bernilai ibadah. Nah hanya dibulan ini tidur pun berpahala : p

Then, 


Semoga kita menjadi satu, dua, atau tiga kali lebih baik dari ramadhan sebelumnya : )





19 Jun 2013

Mirror mirror on the wall, who’s the beautiful off all?

Kalimat di atas pasti tidak asing lagi, terlebih untuk para pecinta dogeng Snow White. Sebuah dogeng yang berceritakan tentang ratu yang sangat cantik dipuja oleh seluruh orang, ia selalu bertanya pada cermin kepercayaan nya yang kemudian selalu memberi jawaban memuasakan bahwa sang ratulah the most beautiful woman in the world. Hingga tiba saatnya cermin itu tak lagi memberi jawaban memuaskan ia menyebut nama putri salju yang lebih cantik dan lebih mudah. Kontan sang ratu marah besar, berbagai cara dia lakukan agar menjadi yang tercantik dan dipuja seperti sedia kala. Cerita snow white merupakan dogeng fiksi yang mempunyai substansi cerita menarik : semua wanita ingin menjadi cantik.

Namun paham kah kita tentang arti kecantikan sesungguhnya?

Mengambil contoh dalam lukisan-lukisan klasik Eropa abad pertengahan, kita menjumpai figur-figur perempuan yang bertubuh subur. Sebelum abad 20 bentuk tubuh ideal perempuan adalah yang gendut, gembrot, dan berlekuk-lekuk. Jika dibandingkan dengan masa kini cantik dilihat dari organ yang berhubungan dengan fungsi reproduksi. Di Cina cantik dilihat dari bentuk kaki yang kecil, semakin kecil semakin menarik. Bangsa Arab berbeda pula cantik dilihat dari keindahan mata, bagi mereka mata yang memancar jernih dan lebar serta memiliki kepekatan pada warna hitam matanya adalah yang paling menarik. Dari fakta-fakta diatas kita sudah dapat menyimpulkan konsep dasar kecantikan :

1.       Subjektif, tergantung siapa yang merasa dan siapa yang menilai.
2.       Relatif, tergantung budaya, lingkungan, media, dan persepsi masyarakat.
3.       Dinamis, perbedaan sudut pandang dari suatu tempat ke tempat lain ataupun penafsiran dari suatu masa ke masa.

Namun menurut saya, sangat benarlah pepatah ini : “Beauty is not in the face but a light in the heart”. Bahwa hakikat kecantikan bukanlah hal yang kasat mata, melainkan ‘inner’ yang memancar dari jiwa dan hati seseorang. Yang semuanya itu adalah akumulasi dari akhlak, ketenangan dan kesucian jiwa, serta keimanan yang sempurna. Kemudian hati yang bersih nan sehat ini (Qalbunsalim) akan terpancar pada jasad seseorang. Layaknya bunga melati walaupun tak seelok bunga mawar dengan kesederhanaannya ada keharuman yang luar biasa yang jika dipetik tidak akan ada duri yang menusuk.

Pada intinya, setiap wanita ‘pasti’ mempunyai potensi kecantikan yang secara fitrah melekat pada dirinya. Masing-masing dari kita hanya perlu memahami keunikan dan kekhasan diri. Pun Al-Qur’an juga merekomendasikan bahwa wanita memiliki peringkat tertinggi seluruh keindahan.
“Dijadikan indah (pandangan) manusia apa-apa diingini manusia, yaitu : Wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang”
(QS. Ali Imran:4)

Namun yang paling penting yang harus disadari adalah standar nilai cantik dimata-Nya, yaitu : Yang paling bertakwa, bukan yang paling cantik.


                                                              *didedikasikan untuk makhluk indah bumi yang bernama wanita : )*

7 Jun 2013

Menyambut 20

Cemas.Meracau.Bingung.Bahagia.Penat.Sok Tegar.Speechless.Bersyukur.Merasa gagal.Terharu.

Semua rasa itu bercampur aduk dengan sempurna. Ada yang tau mix harmoni rasa itu bernama apa?

Bahwa hari ini saya harus mengakui kalian para player yang lihai. Sukses membully objek hingga babak belur seperti ini. Sekiranya agar moment hari ini tidak terlupakan, akan kuabadikan lewat kumpulan huruf ini dan kelak agar menjadi memori untukku, untuknya, dan untuk kalian.

05 Juni 2013, RM. Mas Joko sekitar pukul 17.30

Tidak seperti biasanya hari itu anak ini memang terlihat aneh. Aneh sekali. Perasaanku meyakini itu dan membisikkan ada sesuatu yang tidak beres. Alasan kami ke tempat makan hanya satu : Yulia ingin curhat. Untuk urusan curhat selama ini kita tidak mengenal tempat bahkan tempat parkir pun boleh-boleh saja. Yulia saya tidak sebodoh itu! , yap tapi semua itu kuindahkan dan tidak diharaukuan tatkala kubulatkan niatku untuk menjadi pendengar yang baik dan sore itu bergegaslah kita berduaan menumpangi BEBEP BIRU!

Seiring berjalannya waktu curhatan “cetar” milik Yulia membuat semua prasangka aneh itu tereduksi habis tak bersisa. Saya percaya. Bahkan terbawa suasana hingga berimajinasi sejauh mungkin. Mungkin Tirta harus mendengar curhatan itu HAHA. Setelah menjadi MAMA DEDE yang baik budinya menasihati sahabat dengan segenap keyakinan serta merasa keren setelahnya, permainan dimulai.

“Yull, jdi habis ini mau kemana?” Tanyaku

“Singgah mki saja dulu sholat terus nda mauka’ pulang kemana mki dlulah!”

“Hmmm okesip, hari ini saya jdi ojekmu haha!”

Setelah berjalan anggun menuju tempat parkir. Ada yang ganjil. BEBEP BIRU ENTAH KEMANA!!!. Panik?. Tidak terlalu karena sudah biasa. Pusing?. Pusing sangat pusing teman-teman sekalian. Dipadukan dengan alibi tukang parkir yang menyerang balik karena parkir yang tidak pas depan rumah makan seakan semua salah saya, lagi!. Yulia dan tukang parkir tiba-tiba berkonspirasi buru-buru menyuruh untuk cepat pulang. Dan menyelesaikan masalah di rumahnya.

Keanehan berlanjut sesampai dirumah Yulia. Semampunya kutenangkan diriku dengan segenap prasangka “curiga” yang terlihat ganjil ini. Pilihan yang benar untuk menghubungi sang kakak untuk sekali lagi memberi pertolongan tanpa diketahui Si joker Merah dan joker hitam (Papa-Mama). Dia menolong tapi semuanya hancur ketika joker merah tiba-tiba menelpon dan marah dengan tidak jelasnya. Untuk kesekian kali perasaan “curiga” itu lenyap. Karena sejauh ini joker merah tidak pernah turun tangan. Ini bukan permainan! Pikirku berulang.

Sekitar pukul  22.30

Dengan heroiknya “dia” datang dengan aura penuh kecemasan. Terlihat meyakinkan. Kali ini tidak ada prasangka buruk semua sudah tereduksi akibat sang joker hitam. Akhirnya malam itu memilih pulang dengan perasaan campur aduk entah bernama apa. Pasrah. Serta malam itu dia berpesan untuk bersedia menemani mencari bebep biru disiang hari. Saya mengiyakan dan kembali pasrah.

Menyambut 24.00 dengan perasaan entah bernama apa. Ahh kacau sekali pikirku!. Mencoba tidur? Sangat sulit jadinya.

06 Juni 2013 pukul 15.02

Dengan heroiknya lagi “dia” akhirnya datang menjemput untuk berjuang mencari bebep. Kali ini ada pemain figuran dadakan : Rafy. Karena tidak mau ditinggal sendiri dia ngotot untuk ikut kemana pun itu akhirnya kami mengiyakan. Perjalanan yang cukup seru karena sedikir melenceng dari tujuan awal untuk mencari bebep, semua gara-gara pemain figuran ini. Setelah magrib bersama kami memutuskan untuk pulang. Dan permainan pun mengampiri klimaks.


Kali ini masih kepikiran BEBEP BIRU yang entah dimana. Mungkinkah memang iya sekarang sudah dijual terpisah?.  Hingga kunyalahkan lampu kamar ada yang ganjil, lagi!. Di atas meja terlihat kado beserta teman-teman nya. Dan kulihat didinding kamar ada hiasan simple nan lucu.


Pasti ulah mereka. Kerjaan mereka. Siapa lagi kalau bukan kerjaan komplotan EO party tiap tahunnya ini : Para bund-bund (jei,fara,balls,cancuk,callu) no pisa L. Dan benar saja setelah beberapa menit kemudian mereka menongolkan diri dengan membawa onde-onde berlilin hahahaha lengkap dengan Yulia dan Tirta. Spesialnya kali ini kedatangan phiank dan azriel. Tapi tidak kalah spesial kali ini kita punya guest star : Ipul dan Aul CIEEEEEEE.

Setelah acara tiup-tiupan pemaksaan untuk menghabiskan onde-onde berisi kertas kecil dilakukan dan ternyata berisi : “Selamat Anda Mendapatkan 1 Buah Sepeda Motor Honda Beat” Arrrrrrrggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!! Buru-buru keluar dan melihat “dia” lagi dengan heroiknya membawa BEBEP BIRUU yang sudah didandan sehancur ini :



Kagum. Teramat kagum dengan skenario sempurna oleh kalian semua. Dimulai dari reparasi kunci motor jauh sebelum hari H, kerja sama dengan tukang parkir beserta daerah sekelilingnya, bebep biru yang diculik, kerja sama dengan joker merah-hitam dan kakak, design kamar, kado, dan make up bebep biru. Teramat sangat jauh dari analisis sebelumnya. Ahh saya gagal.

Pada akhirnya saya hanya ingin berterima kasih kepada kalian para duta cinta dihari yang penuh cinta ini oleh Maha Cinta. Bersyukur mengenal dan mempunyai kalian. Masih diberi kesempatan hingga diusiaku sudah dikepalai angka genap, dikelilingi oleh kalian. Bahagia. Sangat bahagia.

Semoga diberi kebahagiaan yang sama para aktor dan artis : Jei, fara, nurul, yulia, callu, tirta, cancuk, azriel, phiank,ipul, aul, nunu, dan biruuu :p

4 Jun 2013

Berkisah tentang "Bambu Gila"

Lenggang. Jalanan kota sepi. Hujan buncah membasahi trotoar. Tidak mengurungkan niat kami para penumpang bus berisi puluhan mahsiswa untuk menghabiskan waktu dalam rangka trip bersama di salah satu pantai terindah kota Ambon bernama Liang.

Matahari akhirnya berkonspirasi. Pantai terlihat ramai. Ada satu-dua pasangan kekasih berjalan-jalan di atas pasir lembut yang bak es krim diinjak. Terpesona menatap indahnya suasana pantai. Terpesona menatap ombak bergulung menjilat-jilat mata kaki. Asyik sekali membenamkan kaki mereka di hamparan pasir. Lain lagi para turis yang sibuk memotret gambar sekelilingnya. Kami tidak mau kalah rombongan kumpulan mahasiswa dari seluruh pelosok tanah air ini, terlihat sangat ”norak” dengan pemandangan hebat pantai di sana. Sejak menit pertama melangkahkan kaki semua sibuk dengan camera masing-masing hehe.





Namun cerita hari itu tidak sama sekali berwarna tanpa pengalaman unik yang dialami oleh kami. Salah satu dari panitia berlari kencang ke arah kami para peserta Rakornas I IMEPI (Ikatan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Indonesia) untuk turut ikut andil dipertunjukkan “Bambu Gila” yang kebetulan ada disana.

“Ehh nona, mau kemanaa?” Kata bang john
“Mau foto-foto lagi abang” jawabku.
“Ahh sabentar saja ituee ikut dulu ini “Bambu Gila” mumpung ada, kapan lagi nonaa!”
“heh? Apa itu “Bambu gila” abaang?

Setelah panjang lebar penjelasan dari bang John, sedikit saya paham tentang “Bambu Gila”. Tradisi ini sudah ada sejak lama, bambu gila digandrumi oleh banyak orang-orang di Maluku, bahkan anak-anak yang berusia belasan sudah senang memainkannya. Tarian ini juga dikenal dengan nama Buluh Gila atau Bara Suwen. Pertunjukan ini bisa ditemui di dua desa yaitu Desa Liang, kecamatan Salahatu, dan Desa Mamala, kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Di Provinsi Maluku Utara, atraksi yang bernuansa mistis ini dapat dijumpai di beberapa daerah di kota Ternate dan sekitarnya.

Untuk memulai pertunjukan ini sang pawang membakar kemenyan di dalam tempurung kelapa sambil membaca mantra dalam ‘bahasa tanah’ yang merupakan salah satu bahasa tradisional Maluku. Kemudian asap kemenyan dihembuskan pada batang bambu yang akan digunakan. Fungsi kemenyan  ini untuk memanggil roh para leluhur sehingga memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Roh-roh inilah yang membuat batang bambu seakan-akan menggila atau terguncang-guncang dan semakin lama semakin kencang serta sulit untuk dikendalikan.

Nah dengan sangat antusias para peserta pria akhirnya memainkan “Bambu Gila”




Para pria memeleik bambu mulai mengeluarkan tenaga mereka untuk mengendalikan kekuatan guncangan bambu. Ketika irama musik mulai dipercepat, bambu bertambah berat menari dengan kekuatan yang ada di dalamnya. Hal unik dari pertunjukan ini, kekuatan mistis bambu gila tidak akan hilang begitu saja sebelum diberi makan apai melalui kertas yang diabakar.




Menyaksikan pertunjukkan supranatural ini mempunyai sensasi tersendiri. Tidak habis pikir melihat raut wajah mereka yang hanya memikul sebatang kayu bersama-sama terlihat tak berdaya. Akhirnya persaan itu muncul, perasaan rasa ingin tau yang kian membuncah dan akhirnya terbayar oleh kebaikan pawang kepada peserta wanita untuk turut merasakan sensasi ini. Walaupun harus dengan tekad yang bulat dan penuh rasa yakin. Ahh itu tentu saja (hujamku dalam hati).



Aneh bambu itu terasa sangat berat. Berat sekali. Benda itu terasa ingin melayang, menerbangkan kami entah kemana. Sekuat-kuatnya kita harus mengendalikan, sekuat tenaga harus bertahan hingga letih menghampiri memohon pada sang pawang untuk tidak melanjutkannya. Pada akhirnya sensasi itu akan menjadi pengalaman supranatural menyenangkan yang tidak akan terlupakan.

Perjalanan kali ini seperti keajaiban kecil yang berbaih hati datang mengisi hari-hari yang sebelumnya sangat menjemukan, menikung, bahkan penuh jurang. Sebuah pemberhentian kecil menjadi oase sejuk pelepas dahaga. Bersyukur. Sangat bersyukur.

11 Mei 2013

Refleksi


 “Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah”
(QS. Al-Araf ayat 185)

Sedikit refleksi buat hari ini. Dimana anak manusia masih berjuang untuk memeluk mimpi-mimpinya yang sudah terlanjur terbentang luas, akan tetapi belum mampu untuk bertransformasi sekalipun melakukan hal kecil dengan baik salah satunya adalah : membaca.

Membaca dalam hal ini bukan hanya berupa wacana dan text book. Tapi bagaimana mampu membaca dan memperhatikan alam semasta dan seluruh aspeknya dengan seksama, membaca untuk membangun kepekaan (sense) terhadap permasalahan sekitar yang terjadi, dan membaca dalam rangka mencari sunatullah sebagai penunjuk beriman melalui penciptaan-Nya.

Masing-masing dari kita pasti menginginkan suatu perubahan yang lebih baik apalagi perubahan itu berguna untuk orang lain. Penciptaan sesuatu yang baru, inovasi, dan kemajuan khususnya diera globalisasi sekarang sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup.

Proses membaca harus dipadukan dengan perenungan. Nyatanya ilham untuk membawa sesuatu yang baru itu tidak datang begitu saja, butuh “kerinduan” dari dalam diri sehingga proses mencari tidak bosan dilakukan. Karena dunia ini diciptakan bukan hanya untuk dinikmati dan dieksploitasi saja, namun juga untuk dipelajari dan ditafaquri. Diin islam kita mengajarkan itu.

Kemudian apa yang telah kamu baca selama ini?




20 Jan 2013

HaKI atas pengetahuan dan kreativitas, perlukah?



Privatisasi keahlian dan kreatifitas merupakan hal yang makin menjadi-jadi sekarang ini. Beberapa celah serius di dalam sistem hak cipta tengah muncul di permukaan. Sistem tersebut lebih menguntungkan para komersialisasi budaya daripada seniman. Hak cipta telah menjelma sebagai mekanisme bagi sekelompok kecil konglomerasi budaya untuk mengendalikan luas komunikasi kebudayaan. Sesuatu yang keluar hingga separah itu, dan yang telah merugikan berbagai kepentingan para seniman dan ranah publik. 

Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) merupakan suatu hak milik yang berada dalam ruang lingkup teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan karya sastra (Djumhana, 1995). Pemilikan tersebut bukan terhadap barang, melainkan terhadap hasil kemampuan intelektual manusia, misalnya berupa gagasan atau karya. Perlindungan HaKI diberikan melalui hak paten, hak cipta, atau merek dagang, kepada pemilik atau penemunya (Khor, 1993), dan dianggap sebagai alat untuk meningkatkan daya cipta dan prakarsa penemuan-penemuan baru.  

Negara maju mengatakan bahwa perlindungan HaKI akan membawa tiga manfaat yaitu : 1. Meningkatkan jumlah investasi langsung, 2. Meningkatkan alih atau transfer teknologi, 3. Meningkatkan kegiatan penelitian seta pengembangan inovasi di tingkat global. Tapi kenyataan sangat lain bahwa pemberlakuan HaKI banyak membawa masalah ekonomi dan sosial. Bagi kebanyakan seniman, keuntungan yang didapat dari hak cipta tidak memberikan jumlah yang berarti bagi intensif untuk menciptakan dan mempertunjukan seni. Nilai royalti hak cipta diputuskan oleh pasar dan oleh karena itu daya tawar menawar seniman dengan perusahaan-perusahaan industri kreativitas menentukan pendapatan yang diperoleh seniman tersebut dari hak cipta. Stok pekerja seni yang selalu bertambah akan mempengaruhi daya tawar menawar tersebut menjadi semakin lemah. Selain itu distribusi pendapatan perorangan dari hak cipta sangat timpang karena hanya dikuasai segelintir seniman papan atas yang memiliki jumlah penghasilan yang besar, sedangan kebanyakan pencipta atau seniman kelas menengah hanya memperoleh sedikit penghasilan dari beraneka ragam hak mereka.
Pada era digital saat ini memudahkan terjadinya produksi karya-karya seni, selayaknya karya seni yang benar-benar diproduksi. Mengapa? Bahwa memang benar dengan cara menemukan inspirasi, tema, atau bentuk-bentuk ekspresi tertentu di dalam karya-karya sebelumnya. Digitalisasi memampukan pinjam meminjam inspirasi. Realitas bahwa proses digitalisasi sekarang ini telah membabati akar sistem hak cipta (Alderman 2001; Lessig 2002; Litman 2001; Vaidyanathan 2003; 149-84). Dengan menghapuskan hak cipta maka proses adaptasi kreatif akan menikmati dan memanfaatkan peluang yang ada. Inilah hal yang paling menarik dari era digital ini.

Apakah tindakan ini menunjukkan tidak ada penghormatan para pencipta atau seniman pendahulu? Mari kita cermati dari sisi realitas terlebih dahulu. Suatu karya seni senantiasa dibangun di atas berbagai kerja keras yang dilakukan baik para pendahulu maupun mereka di masa sekarang. Para seniman yang datang belakangan bisa saja menambahkan sesuatu pada kesatuan karya yang sudah ada. Kita juga patut memberi penghormatan pada seniman tersebut. Tetapi tidak benar untuk memberikan kepada seniman atau produsernya suatu klaim eksklusif dan monopolistis atas sesuatu yang sebagian besarnya merupakan materi-materi kekayaan intelektual yang diambil dari ranah publik karena bisa dikatan mereka berhutang pada karya-karya para pendahulu. Sangat berlebihan untuk memberi seniman tersebut itu hak kekayaan intelektual eksklusif dan monopolistik atas tambahan yang ia berikan, dijamin kepemilikan 70 tahun setelah kematiannya, dan bahkan hak tersebut dapat diberi pada perseorangan dan perusahaan yang tidak berhubungan apapun pada proses kreatifnya. Hal ini juga dapat mematikan perkembangan ranah pengetahuan dan kreatifitas para seniman saat ini untuk persediaan materi-materi artistik yang dapat mereka kembangkan karena adanya privatisasi dan bisa jatuh ke tangan perorangan atau perusahaan. “Sesungguhnya, suatu rezim yang berpusat pada pencipta benar-benar memperlambat kemajuan ilmiah, menghancurkan peluang-peluang kreativitas, dan mengurangi ketersediaan produk-produk baru” (Boyle 1996: 119).

Mengenai adaptasi kebudayaan  dan bagaimana pasar harus diregulasi sehubungan dengan penipuan dan penjiplakan. Kita tentunya tidak mengusulkan bahwa si A dapat memsang namanya pada buku si B dan berpura-pura sebagai pencipta seni tersebut. Hal semacam itu adalah representasi yang keliru dari penipuan. Bila hal tersebut terjadi maka si plagiat tersebut seharusnya mendapat hukumannya yang adil dalam ranah pengadilan opini publik. Tidak perlu sistem hak cipta untuk melaksanakannya. Publik diberika hak untuk tidak sungkan-sungkan dan secara terbuka menguggat seorang seniman atas penipuan, hal ini juga melatih rasa awas dan kritis masyarakat. 

Salah satu alternatif yang juga kami tawarkan adalah pada sistem hak cipta yang berlaku sekarang, karya bukan lagi milik si pengusaha yang akan menjadi bagian dari ranah publik setelah hak cipta berakhir, melainkan sedari awal dipahami sebagai milik publik. Pencipta, sponsor, ataupun produser yang secara tidak langsung merupakan pengusaha yang menjajahkan produknya atas upayanya mengolah bahan-bahan dari ranah publik ini dapat diberi hak guna selama jangka waktu tertentu yang pengaturannya ketat. Mereka boleh mengambil manfaat ekonomi dari adanya hak guna kontemporer ini, tetapi tidak bisa menjualnya sebagai harta milik seperti, misalnya dia menjual suatu benda. Selama masa berlaku hak guna kontemporer ini, pengusaha memiliki hak untuk memanfaatkan karya sebagai sumber penghasilan dan bahkan mengoper hak guna ini pada pihak lain, tetapi karya tetap milik ranah publik. Hak guna temporer ini waktunya hanya terbatas yang menurut pengamatan disarankan hanya satu tahun.

Persepektif demokrasi tidak diizinkan raksasa-raksasa kebudayaan dengan jumlah terbatas dapat menentukan muat-muat komunikasi artistik dan kebudayaan, baik menggunakan media tradisonal maupun media baru. Demokrasi bukanlah hak milik istimewa bagi para konglomerasi budaya. Sangat perlu untuk menerapkan suatu regulasi kepemilikan dan regulasi isi untuk menyelenggarakan pasar kebudayaan dengan peroleh kesempatan yang terbaik. Pertama-tama sekali, tidak boleh ada modus distribusi yang dominan. Tidak boleh menjadi seorang pemilik tunggal, mendominasi, mengontrol,atau menentukan konsensus pasar untuk musik, film, atau buku.


13 Jan 2013

Nilai Dari Penaklukan Konstantinopel



Terdapat 3 hal dalam urgensi memperjuangkan sesuatu : Niat,Tekad, dan Memulai

Sabtu berkah kali ini sangat menginspirasi. Ingin berbagi inspirasi dari kegiatan majelis ilmu tadi. Dari keseluruhan tema yang sudah dilalui, hari ini yang paling banyak mendominasi ruang pikir saya. Temanya berkisah ke ranah sejarah perjuangan para khalifah terdahulu : Penaklukan Konstantinopel.

Setelah diberitahu tema tersebut sekian lama otak saya bekerja mencari tahu tentang konstantinopel? Yap seingat saya kota ini berkaitan dengan negara Turki dan lebih spesifiknya lagi sekarang kota ini sudah berubah nama menjadi Istanbul. Dan ternyata selain keindahan dan perpaduan budaya yang menjadi daya tarik kota ini khususnya untuk saya pribadi, ternyata begitu tinggi peradaban yang telah terjadi di sana. Proses penaklukan yang tidak biasa-biasa saja juga dapat menajadi inspirasi bagi kita semua.



Pembinaan dan pendidikan sejak kecil sangat berpengaruh kepada seorang pemimpin

Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih. Beliau merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia. 

Nah sebelum beliau yang mengambil alih masa kepemimpinan. Para terdahulu telah berkali-kali berusaha untuk menaklukkan konstantinopel. Usaha pertama dilancarkan tahun 44 H di zaman Mu''awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu ''Anhu. Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman Khilafah Umayyah. Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun 190 H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656 H, usaha menawan Kostantinopel diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arselan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos (Romanus IV/Armanus), tahun 463 H/1070 M. Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam Seljuk. 



Mengapa konstantinopel begitu menarik? Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan selat Tanduk Emas yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Daratannya dikelilingi oleh dinding yang tebalnya 9 meter dan tingginya 30 meter. Pentingnya posisi konstantinopel ini digambarkan oleh napoleon dengan kata-kata “…..kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!”. Weeeew *__*



Pemimpin yang menaklukan konstantinopel adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.

Pada tanggal 6 april 1453, Muhammad Al-Fatih membawa 250.000 total pasukannya yang terbagi menjadi 3, yaitu pasukan laut dengan 400 kapal perang menyerang melalui laut marmara, kapal-kapal kecil untuk menembus selat tanduk, dan sisanya melalui jalan darat menyerang dari sebelah barat konstantinopel. Awal penyerangan ini dikenal dengan The Siege of Constantinple. Sampai tanggal 21 April 1453, 14 hari peperangan, tidak ada sedikitpun tanda – tanda kemenangan bagi kaum muslimin. Pasukannya meminta sudahlah Muhammad Al-Fatih kita menyerah saja! Tapi apakah Muhammad Al-Fatih menyerah, TIDAK!. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang masuk konstantinopel.


Setelah penaklukkan Konstantinopel, pasukan muslim melaksanakan shalat Jum’at untuk yang pertama kalinya di Konstantinopel. Shalat itu dilakukan di Gereja Aya Sophia yang telah dialih-fungsikan menjadi masjid. Kemudian dicarilah muslim yang paling tepat untuk menjadi imam shalat Jum’at itu. Sultan memerintahkan seluruh yang hadir di masjid untuk berdiri. Kemudian Sultan berkata,

“Siapa di antara kita yang sejak baligh hingga sekarang pernah meninggalkan shalat fardhu walau sekali, silahkan duduk!”

Maha Suci Allah, Tidak ada satu pun yang duduk! Kemudian, Sultan pun berkata,

“Siapa di antara kita yang sejak balgih hingga kini pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib, silahkan duduk!”

Lalu sebagian pasukan mujahidin duduk sehingga tersisa sebagian kecil. Lalu Sultan bertanya lagi :

“Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat tahajud walaupun satu malam, silahkan duduk!”

Kemudian seluruh pasukan yang tersisa pun duduk, kecuali satu orang, yaitu Muhammad Al-Fatih, Sang Pembebas Konstantinopel.

Yap ini salah satu contoh pemuda yang senantiasa menjaga sholat malamnya seorang penakluk konstantinopel. Entah kekuatan, semangat, dan persatuan seperti apa yang telah dibangunnya dan semua pasti membutuhkan proses yang tidak mudah pula. 

Kalau ingin bercita-cita besar jangan segan-segan berkorban

Tidak dapat dipungkiri kita dan Al-Fatih hidup di zaman berbeda. Beliau hidup di zaman syariat Islam tengah kokoh dalam pentas dunia dimana khalifah masih mempimpin dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Bagaimana dengan bentuk perjuangan kita pada zaman sekarang ini? Salah satunya adalah hanya dengan membentengi diri dengan doa, akhlak, dan dakwah karena kita sadar syariat islam sedang dalam keadaan lemah. Tetap percaya dan yakin kelak kejayaan itu akan kembali lagi. Manusia yang tidak biasa-biasa saja akan lahir kembali.
 
© Copyright 2035 Tinta Maple
Theme by Yusuf Fikri