Terdapat 3 hal dalam urgensi
memperjuangkan sesuatu : Niat,Tekad, dan Memulai
Sabtu
berkah kali ini sangat menginspirasi. Ingin berbagi inspirasi dari kegiatan
majelis ilmu tadi. Dari keseluruhan tema yang sudah dilalui, hari ini yang
paling banyak mendominasi ruang pikir saya. Temanya berkisah ke ranah sejarah
perjuangan para khalifah terdahulu : Penaklukan Konstantinopel.
Setelah
diberitahu tema tersebut sekian lama otak saya bekerja mencari tahu tentang
konstantinopel? Yap seingat saya kota ini berkaitan dengan negara Turki dan
lebih spesifiknya lagi sekarang kota ini sudah berubah nama menjadi Istanbul.
Dan ternyata selain keindahan dan perpaduan budaya yang menjadi daya tarik kota
ini khususnya untuk saya pribadi, ternyata begitu tinggi peradaban yang telah
terjadi di sana. Proses penaklukan yang tidak biasa-biasa saja juga dapat menajadi
inspirasi bagi kita semua.
Pembinaan dan pendidikan sejak kecil sangat berpengaruh kepada seorang
pemimpin
Sultan Mehmed II atau juga
dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih. Beliau merupakan seorang sultan Turki
Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam
bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 7 bahasa yaitu Bahasa
Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah
meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak
baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout sewaktu dalam perjalanan
jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.
Nah
sebelum beliau yang mengambil alih masa kepemimpinan. Para terdahulu telah
berkali-kali berusaha untuk menaklukkan konstantinopel. Usaha pertama
dilancarkan tahun 44 H di zaman Mu''awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu ''Anhu.
Akan tetapi, usaha itu gagal. Upaya yang sama juga dilakukan pada zaman
Khilafah Umayyah. Di zaman pemerintahan Abbasiyyah, beberapa usaha diteruskan
tetapi masih menemui kegagalan termasuk di zaman Khalifah Harun al-Rasyid tahun
190 H. Setelah kejatuhan Baghdad tahun 656 H, usaha menawan Kostantinopel
diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil di Asia Timur (Anatolia) terutama
Kerajaan Seljuk. Pemimpinnya, Alp Arselan (455-465 H/1063-1072 M) berhasil
mengalahkan Kaisar Roma, Dimonos (Romanus IV/Armanus), tahun 463 H/1070 M.
Akibatnya sebagian besar wilayah Kekaisaran Roma takluk di bawah pengaruh Islam
Seljuk.
Mengapa konstantinopel begitu
menarik? Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat
di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat
Bosphorus, Laut Marmarah dan selat Tanduk Emas yang dijaga dengan rantai yang
sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya.
Daratannya dikelilingi oleh dinding yang tebalnya 9 meter dan tingginya 30
meter. Pentingnya posisi konstantinopel ini digambarkan oleh napoleon dengan
kata-kata “…..kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang
paling layak menjadi ibukota negaranya!”. Weeeew *__*
Pemimpin yang
menaklukan konstantinopel adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukannya adalah
sebaik-baiknya pasukan.
Pada tanggal
6 april 1453, Muhammad Al-Fatih membawa 250.000 total pasukannya yang terbagi
menjadi 3, yaitu pasukan laut dengan 400 kapal perang menyerang melalui laut
marmara, kapal-kapal kecil untuk menembus selat tanduk, dan sisanya melalui
jalan darat menyerang dari sebelah barat konstantinopel. Awal penyerangan ini
dikenal dengan The Siege of Constantinple. Sampai tanggal 21 April 1453, 14
hari peperangan, tidak ada sedikitpun tanda – tanda kemenangan bagi kaum
muslimin. Pasukannya meminta sudahlah Muhammad Al-Fatih kita menyerah saja!
Tapi apakah Muhammad Al-Fatih menyerah, TIDAK!. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir
dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang
masuk konstantinopel.
Setelah
penaklukkan Konstantinopel, pasukan muslim melaksanakan shalat Jum’at untuk
yang pertama kalinya di Konstantinopel. Shalat itu dilakukan di Gereja Aya
Sophia yang telah dialih-fungsikan menjadi masjid. Kemudian dicarilah muslim yang
paling tepat untuk menjadi imam shalat Jum’at itu. Sultan memerintahkan seluruh
yang hadir di masjid untuk berdiri. Kemudian Sultan berkata,
Maha Suci Allah, Tidak ada satu pun yang duduk! Kemudian, Sultan pun berkata,
“Siapa di antara kita yang sejak balgih hingga kini pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib, silahkan duduk!”
Lalu sebagian pasukan mujahidin duduk sehingga tersisa sebagian kecil. Lalu Sultan bertanya lagi :
“Siapa di antara kalian yang sejak baligh hingga saat ini pernah meninggalkan shalat tahajud walaupun satu malam, silahkan duduk!”
Kemudian seluruh pasukan yang tersisa pun duduk, kecuali satu orang, yaitu Muhammad Al-Fatih, Sang Pembebas Konstantinopel.
Yap
ini salah satu contoh pemuda yang senantiasa menjaga sholat malamnya seorang
penakluk konstantinopel. Entah kekuatan, semangat, dan persatuan seperti apa
yang telah dibangunnya dan semua pasti membutuhkan proses yang tidak mudah
pula.
Kalau ingin
bercita-cita besar jangan segan-segan berkorban
Tidak
dapat dipungkiri kita dan Al-Fatih hidup di zaman berbeda. Beliau hidup di
zaman syariat Islam tengah kokoh dalam pentas dunia dimana khalifah masih
mempimpin dan melaksanakan fungsinya dengan baik. Bagaimana dengan bentuk
perjuangan kita pada zaman sekarang ini? Salah satunya adalah hanya dengan
membentengi diri dengan doa, akhlak, dan dakwah karena kita sadar syariat islam
sedang dalam keadaan lemah. Tetap percaya dan yakin kelak kejayaan itu akan
kembali lagi. Manusia yang tidak biasa-biasa saja akan lahir kembali.



0 komentar:
Posting Komentar