14 Des 2012

Pesan Hujan Hari Ini


“Setiap dari kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.” (HR.Bukhari)

Seperti biasa hujan mencoba kembali mencari perhatian saya, menampakkan dirinya ditengah saya ingin menghindarinya. Selalu begitu. Basah sudah menjadi hal biasa, sistem pertahanan anti dingin dalam tubuh saya siap aktif dengan kualitas terbaik mereka karena sudah terlatih sejak dulu. Namun  tidak seperti biasa, hari ini saya memilih untuk berteduh daripada kembali bermain kejar-kejaran bersama hujan toh minggu kemarin saya kalah. Handphone rusak akibat bermain sudah cukup memberi pelajaran.

Untuk menghabiskan waktu menunggu hujan saya memilih pohon rindang di persimpangan jalan, kemudian tidak jauh dari pohon itu ternyata ada jejeran warung kopi lalu dengan segelas teh hangat saya siap merenung dan menunggu berhentinya hujan. Disela-sela renungan saya diam-diam memperhatikan obrolan mbak-mbak di depan saya.

Mbak 1 : “Aduhh sialnya ini hari sumpahh!”
Mbak 2 :” Seandainya tadi Anto suruh mki prg duluan nda sampai basah begini!!”
Mbak 1 : “Hmmm.... karma mi ini mungkin karena kemarin saya kasih hujan-hujanki juga Anto”

Waduh parah nih si bang Anto. Kira-kira hubungan mas Anto sama mbak-mbak ini apa yah? Tampang mas Anto itu gimana? Lah kok mau di kasih nama Anto (Anto = Anak tolo) wkwk? ,membatin. Baiklah yang menjadi refleksi hari ini bukan mas Anto nya -____-. Dari percakapan mbak-mbak tadi ada yang mengganjal dihati dan pikiran saya. Tentang karma? Betulkah ia ada? Kenapa karma selalu di hubungkan ke sesuatu yang negatif? Saya tidak pernah mendengar jika ingin berbuat baik pada orang lain lala ada yang menegur, “awas hati-hati berbuat baik sama dia, nanti dapat karma looh!” hehee. Setelah merenung dan mencari beberapa refrensi, sedikit saya bisa berbagi tentang karma.

Pemahaman tentang karma adalah meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup manusia adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri. “Karma” berarti “hukum sebab-akibat moral” . Misalkan, jika ada orang yang tertimpa musibah dan sial terus-menerus setahun non-stop, maka itu semua adalah akibat perbuatan yang dia lakukan di masa lampau. Jika tidak mendapat balasan semasa hidup di dunia, maka akan dibalaskan kepada keturunannya. Jadi ada dosa warisan/turunan dalam hukum karma.
Lalu bagaimana Islam memandang hukum karma?

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan-nya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)-nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]: 7-8)

Islam adalah agama yang menjujung tinggi keadilan. Kita meyakini bahwa Allah Maha Adil dan segala perbuatan kita pasti akan ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Islam tidak mengenal adanya dosa yang akan diwariskan kepada keturunannya. Karena setiap manusia harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan, bukan orang lain ataupun keturunannya. Selain itu, tidak semua yang terjadi di dalam hidup manusia adalah investasi kebaikan dan kesalahan di masa lalu. Karena bisa jadi kebaikan yang di dapatkan manusia itu adalah rahmat-Nya, atau bisa juga permasalahan yang dihadapi adalah suatu cobaan dari-Nya yang bertujuan untuk menguji keimanan manusia agar dapat lulus di tingkat selanjutnya.
Jelaslah perbedaan mendasar antara hukum karma dengan apa yang diyakini oleh Islam. Bahwa segala perbuatan ada balasannya. Jika manusia itu berbuat baik, maka balasannya pun pahala dan kebaikan, jika manusia itu berbuat kejahatan, maka dosalah balasannya. 

Jika di dunia belum dibalaskan, maka yakinlah bahwa di akhirat kita tidak akan lolos. Point nya kita harus berusaha untuk terus berbuat baik dimana pun dan kapan pun. Nah jika ada yang berbuat jahat pada kita? Sebaiknya kita memilih tenang lalu tidak perlu dendam karena tidak ada satu pun yang terlewat dari pandangan-Nya : )






0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 Tinta Maple
Theme by Yusuf Fikri